Kamis, 16 Februari 2017

Re-posting
Bila kita terdiam sedih saat kita menerima kenyataan yang tak kita sangka, itulah GALAU tingkat DESA.
Saat kita tertimpa masalah, terdiam dan menitikan air mata seolah tak percaya apa yang terjadi. ITULAH TANDA GALAU tingkat KECAMATAN.
...
Ketika sedih kita tak tertahan, kita menyalahkan orang lain yang tak harus kita persalahkan atas apa yang terjadi pada diri kita. Maka kita telah merasakan GALAU tingkat KABUPATEN.
Berkecamuk, marah, ingin protes dan tak mau menerima apa yang telah terjadi karena kita terlalu tinggi mengharapkan apa yang telah kita usahakan. Dan bagi kita semua orang disekeliling kita adalah penyebab kegagalan kita. Maka itulah GALAU TINGKAT PROVINSI.
Sedih, tak ada lagi air mata. Marah tak ada lagi amarah, dendam tak lagi bisa melampisakan. Yang ada bergemuruh rasa jadi satu seakan semuanya sudah berakhir bagi kita. Kita gagal...dan kita merasa tak ada gunanya untuk bangkit lagi. Ketika itulah kita sedang MERASAKAN GALAU tingkat NASIONAL.
Kawan. bila kita telah melepaskan kekesalan kita pada Tuhan, dan menganggap Tuhan tak adil atas semua yang terjadi. Itulah kiamat GALAU yang kita rasakan. GALAU tingkat DUNIA. Karena kita sudah tak punya Tuhan, karena selalu kita persalahkan.
Padahal harusnya kita bersyukur GALAU apapun yang terjadi itu pertanda BAHWA ALLAH sedang ingin bersama kita, ingin menunjukkan pada kita bahwa sesungguhnya setelah KEGALAUAN itu akan ada kebahagiaan.
JANGAN GALAU walau itu tingkat RT-pun, kegalauan kita tak akan pernah menyelesaikan masalah yang melilit kita! Yang bisa menyelesaikannnya adalah ketabahan, ikhtiar dan doa kita!
PERCAYALAH ALLAH sedang bersama kita.
Met pagi menjelang subuh
Postingan, 22 September 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar