Jumat, 29 Agustus 2014

Ada seorang ibu ingin meminjam uang kpd anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : "Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu,? Ibu ada perlu buat beli beras.".
Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: "Iya Ma, nanti Aku tanya istriku dulu", seakan berat untuk mengiyakan, krna blum tentu isterinya mengiyakan...
Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 jt. Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang,, jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar??
Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. Ibu, dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn GRATIS..Maafkan anakmu yg durhaka ini yang tidak tahu balas budi..
Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 jt, sambil menangis ia berkata: "Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu".
Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata: "Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdo'a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian,. Semoga Bermanfaat.
(Jangan biarkan bacaan bermakna ini mengendap di dinding G+ mu, jdkan ladang pahala dg meberikan ke orang lain,,,Dan bagi PARA ISTRI ingatlah bhw rizki dri suamimu adalah jg HAK mertuamu. Jika kalian sayang IBU share, vote dan komen ke semua teman G+ mu , harap diteruskan agar semua orang tau betapa berharganya seorang ibu. Semoga Allah merahmati dan menyayangi ibu kita serta mengampuni semua dosa-dosanya. Aamiin Ya Rabbal'alamiin)

#Muslim #Allah #Quran #Islamic #ISIS #ReligionOfPeace #Hadith #Motivasi #Inspirasi
#SubhanAllah #Muhammad #Renungan #History #Alhamdulillah #Tax #Tribute #Prophet #Iraq #Bukhari #Islamicapps
KARENA KAMU ADALAH TULANG RUSUK-KU
Dada ini longgar bila tanpa penyangga, dada ini akan terasa terhimpit bila tulang yang ada tak mampu mempu menopang desah nafas. Itulah tulang rusuk, tulang rusuk suami ada pada istri dan istri sebagai penopang kehidupan suami. Tak lantas beramarah bila rusuk itu kemudian susah untuk diluruskan, dan tak harus jengah bila suami tak jua segera meluruskan. Yang dibutuhkan adalah pengertian, kesabaran dan saling memberi waktu untuk mengerti. Itulah hakikat cinta sejati pasangan suami-istri
Jangan dikira pasangan yang sudah bercinta sekian lama sebelum menikah, saat menikah akan terus mencintai pasangannya. Dan jangan dikira pasangan yang tidak melalui fase percintaan sebelum menikah akan sulit mencintai pasangannya setelah menikah.
Cinta dalam keluarga itu ibarat pohon, Akarnya akan tumbuh bila disiram dengan siraman pengertian, kasih sayang dan berbagi pengertian ditanamkan dalam tanah pijakan rumah tangga. Dari Akar itu akan bersemi sebuah ranting dan dahan cinta, ketika kedua pasangan menerima segala kelebihan, kekurangan dan perbedaan.
Sirami dengan kepercayaan, pupuk dengan kasih sayang dan rawat dengan pengertian. Ia akan memekarkan bunga yang menawan yang menghiasi taman kehidupan rumah tangga.
Kemudian akan berbuah, berbuah indah dipandang mata dan menjadi penghulu para orang-orang yang beriman, dialah buah cinta itu, permata hati, anak-anak yang akan menjadi penerus tahta kelurga sakinah
Ingatlah pohon itu suatu saat akan terhempas angin, akan ada hama dan penyakit yang datang padanya, maka penjaganya adalah kepercayaan, pengajanya adalah hati, dan penjaganya adalah kebersamaan untuk berbagi, kuncinnya adalah komunikasi dengan hati, bukan atas amarah hati
Karena Kamu Tulang Rusukku
Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.
Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati."
Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak,
"Kamu nggak cinta lagi sama aku!" Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak,
"Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!" Tiba-tiba Dara menjadi terdiam ,
Berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing."
Lima tahun berlalu. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.
Raka : Apa kabar?
Dara : Baik... ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
"Good bye...."
Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.
"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"
Semoga bermanfaat
Postingan, 11 September 2004
Dari sahabatku, DR. Muazar Habibi, Psikolog
by,abi rohmad dari ambar ma'jub pp mantenan.
 

Minggu, 24 Agustus 2014

GARA-GARA FACEBOOK DAPAT MANFAAY BESAR
*IBADAH dan PAMER*
Sahabat, Bisa dipastikan hampir semua pengguna facebook (facebooker)pernah menulis status pada status facebook-nya. Tidak sedikit di antara kita (dan mungkin facebooker lainnya) yg terkadang menulis status tentang ibadah yang telah kita lakukan.
Beberapa contoh status seperti ini:...
“Tahajud udah, dzikir udah, baca al-qur’an udah. Sekarang apa lagi ya?”
"adem deh abis dengerin dan baca alqur'an"
“Assalamu'alaikum,hampir khatam juz 30 niih. Alhamdulillah.”
“Assalamu'alaikum, Bersiap lagi memenuhi undangan Allah. It's time to bebereusih body n hati!”
“Bru selesai sholat isya... (harusnya sholat tahajjud, coz baru bngun tidr… hehehe)”
“Wuih, dingin bngt pas ngambil aer wudhu. Ketahanan tubuh mulai mnurun euy!”
“Shalat dulu aaah,,,”
"Alhamdulillah baru mengisi ceramah agama dikampus, trus dilanjut dimajlis terdekay"
"Subhanalloh anggota jamaah saya sekarang tambah ribuan tiap saya yg datang"
"Baru aja mengaji Qur'an Hadits bersama para ulama' dan habaib"
“Besok mau puasa. Enaknya tar saur makan apa ya?”
“Buka puasa nanti sama apa ya enaknya?”
“Baru aja saur nih.”
dan lain-lain..(klo masih kurang,silahkan tambahin sendiri :P)

Ada juga yang suka menuliskan bahwa dia sudah makan ini dan makan itu untuk sahur, ngumbar2 cerita lgi shalat tahajud,lagi baca qur'an, bla,,bla,,bla.
Mungkin saja memang, tidak ada niat untuk ‘pamer’, tetapi status seperti itu akan terlihat seolah-olah dia ingin orang lain mengetahui bahwa dia sedang mengerjakan amal shalih ini, amal shalih itu, dan lain-lain. Astaghfirullah!!
Atau mungkin ada yg menyanggah, dan berkata seperti ini"gue bikin status gtu kan niatnya ngajakin orang biar mau puasa atau tahajud, bukannya ngingetin org kewajiban kita sesama muslim?"
Melly jawab:"thats Riiiight,,emang bener,mengingatkan sesama muslim itu kewajiban, tapi ada bnyak cara mengungkapkan dan membuat status yg jauh dri unsur pamer bin RIYA,ane juga gak bermaksud su'udzon, karena yg tahu masalah hati cuma ALLAH.
(jadi klo mo jawab, apa niat kita sbnernya..yaa tanyain aja pada hati masing2).
Yang jelas..Hati-hati dengan NIAT ya masbro mbasist,,akhi wa ukhti, kalau gak bener2 memanage'nya bisa merusak amalan tuuh..
NB ; Status2 kita diatas tidak ada pengaruh apa2 dihadapan halayak dan Tuhan kecuali efek negatif dan tergelincirnya hati kita.
Semoga kita semua terhindar dari hal itu. Aamiin
Re-posting 16/07/2013 ·PPMH-MANTENAN,BY.S.KALI J0G0

Sabtu, 16 Agustus 2014

Lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya versi asli yang ditemukan di perpustakaan Leiden Belanda (???)

ANTARA News mencatat temuan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya versi asli dengan tiga stanza (bait) ditulis dan dilagukan pertamakali WR Supratman pada tahun 1928, namun lagu monumental itu dinyanyikan secara serentak bersamaan dengan deklarasi Kemerdekaan RI oleh Soekarno-Hatta dengan satu stanza.

Selama ini, yang kita ketahui hanya Indonesia Raya dalam satu stanza, nah ini yang tiga stanza yang terekam dalam lagu dan gambaran suasana Indonesia dalam film seluloid asli yang dibuat pada bulan September 1944 (tahun Jepang 2604) dan tersimpan di Belanda, ucap pakar telematika, Roy Suryo, di Jogjakarta (38).

Rekaman video seluloid lagu Indonesia Raya versi asli itu berdurasi 3 menit 49 detik yang diproduksi Chuuoo Sangi-In atau semacam lembaga DPR pada September 1944. Roy mendapat informasi itu dari Urip Darmawan yang merupakan keponakan WR Supratman.

Lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya versi asli dengan tiga stanza adalah

Stanza 1

Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe
Di sanalah Akoe Berdiri Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe

Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra'jatkoe Sem'wanja
Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja

(Reff Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja

Stanza 2

Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja
Di sanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja
Indonesia Tanah Poesaka P'saka Kita Semoenja
Marilah Kita Mendo'a Indonesia Bahagia

Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra'jatnja Sem'wanja
Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja

(Reff Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja

Stanza 3

Indonesia Tanah Jang Seotji Tanah Kita Jang Sakti
Di sanalah Akoe Berdiri 'Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji Indonesia Abadi

S'lamatlah Ra'jatnja S'lamatlah Poetranja
Poelaoenja Laoetnja Sem'wanja
Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja

(Reff Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja.

Naskah pada koran Sin Po (1928)
Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh WR Supratman dan dikumandangkan pertama kali di muka umum pada Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 di Jakarta (pada usia 25 tahun), dan disebarluaskan oleh koran Sin Po pada edisi bulan November 1928. Naskah tersebut ditulis oleh WR Supratman dengan Tangga Nada C (natural) dan dengan catatan Djangan Terlaloe Tjepat, sedangkan pada sumber lain telah ditulis oleh WR Supratman pada Tangga Nada G (sesuai kemampuan umum orang menyanyi pada rentang a - e) dan dengan irama Marcia [3], Jos Cleber (1950) menuliskan dengan irama Maestoso con bravura (kecepatan metronome 104).

Aransemen simfoni Jos Cleber (1950)
Secara musikal, lagu ini telah dimuliakan justru oleh orang Belanda (atau Belgia?) bernama Jos Cleber (pada waktu itu ia berusia 34 tahun) yang tutup usia tahun 1999 pada usia 83 tahun. Setelah menerima permintaan Kepala Studio RRI Jakarta Jusuf Ronodipuro pada tahun 1950, Jos Cleber pun menyusun aransemen baru, yang penyempurnaannya ia lakukan setelah juga menerima masukan dari Presiden Soekarno.

Rekaman asli (1950) dan rekam ulang (1997)
Rekaman asli dari Jos Cleber tahun 1950 dari Orkes Cosmopolitan Jakarta, telah dimainkan dan direkam kembali secara digital di Australia tahun 1997 berdasarkan partitur Jos Cleber yang tersimpan di RRI Jakarta, oleh Victoria Philharmonic di bawah pengarahan Addie MS.

Lirik asli (1928)
INDONESIA RAJA

I
Indonesia, tanah airkoe, Tanah toempah darahkoe,
Disanalah akoe berdiri,Mendjaga Pandoe Iboekoe.

Indonesia kebangsaankoe,Kebangsaan tanah airkoe,
Marilah kita berseroe:"Indonesia Bersatoe".

Hidoeplah tanahkoe, Hidoeplah neg'rikoe,
Bangsakoe, djiwakoe, semoea,
Bangoenlah rajatnja,Bangoenlah badannja,Oentoek Indonesia Raja.

II
Indonesia, tanah jang moelia, Tanah kita jang kaja,
Disanalah akoe hidoep, Oentoek s'lama-lamanja.

Indonesia, tanah poesaka, Poesaka kita semoea,
Marilah kita mendoa: "Indonesia Bahagia".

Soeboerlah tanahnja, Soeboerlah djiwanja,
Bangsanja, rajatnja, semoeanja,
Sedarlah hatinja, Sedarlah boedinja, Oentoek Indonesia Raja.

III
Indonesia, tanah jang soetji, Bagi kita disini,
Disanalah kita berdiri, Mendjaga Iboe sedjati.

Indonesia, tanah berseri, Tanah jang terkoetjintai,
Marilah kita berdjandji: "Indonesia Bersatoe"

S'lamatlah rajatnja, S'lamatlah poet'ranja,
Poelaoenja, laoetnja, semoea,
Madjoelah neg'rinja, Madjoelah Pandoenja,
Oentoek Indonesia Raja.

Refrain :

Indones', Indones', Moelia, Moelia,
Tanahkoe, neg'rikoe jang koetjinta.
Indones', Indones',
Moelia, Moelia, Hidoeplah Indonesia Raja.


Lirik resmi (1958)
INDONESIA RAJA

I
Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku,
Disanalah aku berdiri, Djadi pandu ibuku.

Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru, Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku, Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rajatku, sem'wanja,
Bangunlah djiwanja, Bangunlah badannja, Untuk Indonesia Raja.

II
Indonesia, tanah jang mulia, Tanah kita jang kaja,
Disanalah aku berdiri, Untuk s'lama-lamanja.

Indonesia, tanah pusaka, P'saka kita semuanja,
Marilah kita mendoa, Indonesia bahagia.

Suburlah tanahnja, Suburlah djiwanja,
Bangsanja, Rajatnja, sem'wanja, Sadarlah hatinja,
Sadarlah budinja, Untuk Indonesia Raja.

III
Indonesia, tanah jang sutji, Tanah kita jang sakti,
Disanalah aku berdiri, Ndjaga ibu sejati.

Indonesia, tanah berseri, Tanah jang aku sajangi,
Marilah kita berdjandji, Indonesia abadi.

S'lamatlah rakjatnja, S'lamatlah putranja,
Pulaunja, lautnja, sem'wanja,
Madjulah Neg'rinja, Madjulah pandunja, Untuk Indonesia Raja.

Refrain:

Indonesia Raja, Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg'riku jang kutjinta!
Indonesia Raja, Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raja.
 
 
 http://indonesiatanahairku-indonesia.blogspot.com

Jumat, 15 Agustus 2014

 Kamu tak bisa berharap segalanya menjadi sempurna. Tapi kamu bisa membuat segalanya menjadi lebih baik. hanya karena seseorang tak menyukaimu, bukan berarti kamu harus merubah segalanya. Berbahagialah menjadi dirimu sendiri. kebahagiaan bukanlah milik mereka yang dapat memiliki segalanya, namun milik mereka yang dapat bersyukur atas segala yang telah diperoleh.


"semua itu sulit tapi tidak ada yang tidak mungkin"
(abi_scout)