Kamis, 19 Juni 2014

mari tawadlu'


Mencium tangan sang Guru ...
Suatu ketika ada seorang lelaki berjumpa al Habib Umar bin hafidz.
Dia bertanya kepada Habib Umar : "mengapakah kamu membenarkan anak muridmu menundukkan badan mencium tanganmu. Kamu telah melakukan perbuatan syirik kepada Allah.Sepatutnya yang kita kena sembah Allah bukan mahkluk. Ini kamu mengajarkan anak muridmu perbuatan syirik."
Habib Umar mendengar dan membalas dengan senyuman kepada lelaki itu. Selepas itu habib Umar mengambil pulpen yang berada di kantung baju lelaki tersebut lalu menjatuhkannya ke lantai. Orang itu pun lalu menunduk ingin mengambil pulpennya, namun Habib Umar menahannnya.
Al Habib Umar berkata "apa yang akan engkau lakukan, jangan menunduk kebawah" Orang itu berkata " tidak, aku ingin mengambil pulpen ku".
Lalu Habib Umar berkata : " engkau tidak boleh menunduk ke bawah menyembah pulpen, yang kita sembah adalah Allah”. Orang itu berkata " tidak , aku bukan menyembah pulpen, aku berniat mengambil pulpen ku bukan untuk menyembah."
Habib Umar tersenyum. Lalu berkata : "begitu pula santri santriku. Mereka bersalaman dengan menundukkan badan bukan karena ingin menyembahku, namun mereka Cuma ingin menghormatiku sebagai guru mereka, meskipun aku tidak menginginkan/meminta mereka seperti itu.
Diceritakan oleh Habib Umar Al-Hamid.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar